• Total Warisan Budaya Benda : 28
  • Total Warisan Budaya Tak Benda : 76

Congklak

2019-08-27 .. Permainan Tradisional .. Dilihat sebanyak 2411 kali .. Susan


Congklak siapa yang tidak kenal dengan permainan satu ini, yups permainan tradisional ini sangatlah terkenal dan digemari oleh anak anak maupun remaja bahkan dewasa, pada masanya waloupun saat ini kebanyakan anak anak lebih tertarik dengan gadget tapi percayalah permainan tradisional ini tidak kalah menarik loh, alat yang digunakan pada Permainan congklak ini adalah memainkanya  dengan menggunakan landasan lonjong dimana terletak deretan berlubang. Lubang masing-masing sedalam 2 cm dan berdiameter sekitar 6 cm berbaris berpasangan. Jumlah lubang biasanya 5-9 pasang ditambah masing-masing 1 buah disisi ujung barisnya, dua lubang terakhir biasanya lebih besar dan lebar sebagai lumbung/indung. 
Jadi jumlah lubang antara 12 sampai 20 buah. Permainan biasanya menggunakan kuwuk (sejenis kerang laut), biji-bijian, atau batu kerikil, kita sebut saja biji congklak. Jumlah biji tergantung jumlah pasangan lubangnya. Jadi bila menggunakan lubang 5 pasang, maka tiap luang diisi lima butir, demikian juga bila menggunakan lubang 7 pasang, maka tiap lubang diisi 7 butir. Jadi jumlah biji yang digunaka adalah jumlah lubang pasangan kali dua kali jumlah masing-masing butir (contoh ; 5 x 2 x 5 = 50 butir). adapun aturan dari permainan ini adalah 

1.    Permainan dilakukan oleh dua orang, masing-masing saling berhadapan dengan papan congklak di antara mereka.
2.    Setiap lubang berpasangan diisi biji congklak sesuai dengan jumlah pasangan congklaknya.
3.    permainan dimulai bersama-sama sampai salah satu pemain kehabisan biji congklak di tangannya. Kemudian permainan dilakukan secara bergiliran sampai seluruh biji congklak habis..
4.    Permainan congklak dilakukan dengan mengambil salah satu isi di lubang congklak kemudian sesuai arah jarum jam membagi masing-masing satu biji congklak yang berada di tangan pada setiap lubang yang dilewati termasuk lubang induk, setiap biji habis maka pemain langsung mengambil isi dilubang terakhir termasuk biji terakhir tersebut dan membagikannya kembali. Demikian terus menerus sampai pemain menemukan lubang yang kosong dan ia berhenti. Dengan demikian giliran bermain pindah pada lawannya.
5.    Bila salah satu pemain berhenti pada lubang yang pasangan didepannya terdapat sejumlah biji congklak, maka semua biji congklak yang ada di lubang pasangannya tersebut boleh dimilikinya dan masuk ke lubang induknya. Hal ini sering disebut nembak.
6.    Setiap pemain hanya mengisi lubang induknya sendiri. Pemain yang pada akhir permainan memiliki jumlah biji conglak yang lebih banyak adalah pemenangnya. Tetapi itu hanya sementara, karena permainan bila di ulang terus menerus sampai salah satu pemain benar-benar kehabisan biji congklaknya dan bangkrut.
7.    Bila permainan dilanjutkan dan salah satu pemain tidak mampu mengisi semua lubang congklaknya ia disebut pecong. Tetapi permainan dimulai dari orang yang terakhir main dengan biji congklaknya pada permainan sebelumnya. 
8.    Bila salah satu pemain sudah sangat berkurang biji congklaknya, isi setiap lubang congklak juga dapat dikurangi berdasarkan kesepakatan, misalnya hanya 3 butir pada setiap lubang meskipun menggunakan congklak 5 pasang.
9.    Pemainan congklak juga bisa dihentikan meskipun belum ada pemain yang benar-benar bangkrut. 
10.    Permainan congklak sering menghabiskan waktu tanpa terasa dan biasanya berhenti karena benar-benar bosan. Benar-benar keranjingan.  

Bagaiman tidak kalah menarik bukan permainan tradisional congklak ini. anak anak pun dituntuk untuk tidak mudah berputus asa karna kemungkinan akan selalu ada serta Membantu perkembangan berpikir (berhitung dan membaca), antara lain mengenal konsep besar dan kecil, panjang, pendek, dll. Mengenal peran, merangsang imajinasi dan fantasi dan memperluas wawasan.

Source Gambar dan Narasi :http://asyamforex.blogspot.com/2012/12/permainan-tradisional-banten.html 


Share Artikel:



Lokasi Terkait

Kec. Kasemen, Kota Serang, Banten 42191, Indonesia